Sampan Bidar di Kabupaten Sambas : Profil Teknologi Tradisional, Nilai Budaya, dan Upaya Pelestarian Warisan Tradisional
DOI:
https://doi.org/10.38035/jpkn.v4i2.3391Keywords:
Sampan Bidar, Kabupaten Sambas, Kalimantan BaratAbstract
Tujuan dari kegiatan ini adalah: 1) Mendokumentasikan pengetahuan dan teknologi tradisional secara komprehensif dan ilmiah. 2) Meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai budaya dalam Sampan Bidar. Penelitian dilakukan dikabupaten sambas, kalimantan barat pada desember 2025 hingga april 2026. Metodologi yang digunakan dalam dokumentasi sampan bidar Melayu Sambas dilakukan secara sistematis dan partisipatif. Langkah-langkahnya penelitian yaitu : Penentuan Fokus dan Objek Sampan bidar, pengumpulan data lapangan, dan analisis data. Hasil yang dipeoleh yaitu : 1) Pada tahapan identifikasi pengetahuan sampan bidar tradisional yang masih eksis maupun mulai punah diperoleh beberapa informasi tentang, pengrajina muda dan pengrajin tua atau sesepuh sampan bidar dikabupaten sambas yaitu di daerah tumok mangis dan sendoyan kabupaten sambas, Kalimantan barat. 2) Secara historis perkembangan sampan bidar dimulai dari jaman kerajaan di kabupaten sambas, awalnya bernama perahu penjajap/penjajap. Sampan bidar memiliki karakteristik dengan gerakan yang lincah dalam bermanuver sehingga efektif digunakan untuk pergerakan cepat. 3) Secara umum pembuatan sampan bidar pada saat ini tidak dilakukan secara turun temurun melainkan bakat pengrajin dengan cara melihat dan pengembangan diri secara otodidak. 4) Perkembangan saat ini sampan bidar masih tetap terjaga kelestariannya. Perlombaan sampan bidar tidak hanya upacara tahunan, namun juga hampir dilaksanakan setiap bulan di kabupaten sambas, Kalimantan barat.
References
Barella, Y., Aminuyati, N., Lisa, R., Maharani, & Fera. (2024). Kearifan budaya Sambas: Kehamilan, kelahiran dan kematian. Jurnal Adat dan Budaya Indonesia, 6(1), 40–52. https://doi.org/10.23887/jabi.v6i1.63682
Dediansyah, A., Sadikin, M., & Wibowo, B. (2021). Tenun Sambas sebagai warisan budaya tak benda (WBTB) di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. ISTORIA, 17(2), 135–146.
Elfarissyah, A., & Attas, S. G. (2022). The Bidar boat tradition as a cultural heritage for civilization in Palembang City. JUDIKA (Jurnal Pendidikan Unsika), 10(1), 14–22.
Hemafitria, H., Budimansyah, D., & Winataputra, U. (2018). Strengthening nation’s character through Saprahan local wisdom as civic culture of Malay Sambas society in Kalimantan Barat. Proceedings of the Annual Civic Education Conference, 520–524.
Jaelani, J., Risa, R., & Trisnawati, H. (2025). Nurturing tradition, embedding local Islam: The existence of the Besaprah tradition in Sambas Malay society. NALAR: Jurnal Peradaban dan Pemikiran Islam, 9(2), 60–72. https://doi.org/10.23971/njppi.v9i2.11053
Leo (31 Tahun), Wawancara pada 31 Maret 2026
Mardiyanti, L. R., Ramadhan, I., & Kurnia, H. (2023). Profil Melayu Sambas dalam konteks asal-usul, tradisi dan budaya di Kalimantan Barat. Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia, 1(1), 1–9. https://doi.org/10.61476/js62h161
Mata Pers Indonesia. 2025. Tradisi dan Prestasi: Bidar Race 2025 Sambas Digelar Meriah di Perigi Limus. Diakses melalui media daring. https://www.matapersindonesia.com/daerah/791445321/tradisi-dan-prestasi-bidar-race-2025-sambas-digelar-meriah-di-perigi-limus?utm_source=chatgpt.com
Mee, W. (2010). A traffic in songket: Translocal Malay identities in Sambas. Journal of Southeast Asian Studies, 41(2), 225–247.
Muriadi (50 Tahun) wawancara pada 14 April 2026
Pinem, B. A. (2025). Local wisdom messages in the Saprahan tradition in the Sambas Malay community. JOISCO: Journal of Islamic Communication, 3(2), 80–91.
Ramadhan, I., Hardiansyah, M. A., Olendo, Y. O., Mualimin, & Utama, I. (2023). From beauty to identity: Cultural value Betangas tradition in Sambas Malay society. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 25(2), 173–182. https://doi.org/10.25077/jantro.v25.n2.p173-182.2023
Raji’in (65 Tahun), Wawancara pada 30 Maret 2026
Rio Saputra (39 Tahun) Wawancara pada 2 April 2026
UNESCO. (2003). Convention for the safeguarding of the intangible cultural heritage. UNESCO Publishing.
Wahab, W., Erwin, E., & Purwanti, N. (2020). Budaya Saprahan Melayu Sambas: Asal usul, prosesi, properti dan pendidikan akhlak. Arfannur, 1(1), 75–86. https://doi.org/10.24260/arfannur.v1i1.143
Wiyono, H., & Ramadhan, I. (2021). Pergeseran tradisi Belalek dalam budaya bertani masyarakat Melayu Sambas. Jurnal Studi Agama dan Masyarakat, 17(1), 31–42.
Wulandah, S., & Wilodati. (2024). Roppo dan Sandeq: Budaya maritim dan identitas masyarakat adat suku Mandar di Sulawesi Barat. Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya, 10(2), 120–132.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Pokok-pokok pemajuan kebudayaan daerah. Kemendikbudristek.
Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. (2024). Dokumen pemajuan kebudayaan dan pelindungan warisan budaya. Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Boisandi, Superman, Agus Suwarno, Danar Santoso, Diah Sri Mulyati, Derangga Aray Abimayu

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak cipta :
Penulis yang mempublikasikan manuskripnya di jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
- Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mengakui bahwa Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Nusantara (JPKN) berhak menjadi yang pertama menerbitkan dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International (Attribution 4.0 International CC BY 4.0) .
- Penulis dapat mengirimkan artikel secara terpisah, mengatur distribusi non-eksklusif manuskrip yang telah diterbitkan dalam jurnal ini ke versi lain (misalnya, dikirim ke repositori institusi penulis, publikasi ke dalam buku, dll.), dengan mengakui bahwa manuskrip telah diterbitkan pertama kali di Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Nusantara (JPKN).






















