Antara Tradisi Dan Inovasi: Resepsi Audiens Terhadap Transformasi Cerita Klasik Jawa Ke Format Animasi 3d
DOI:
https://doi.org/10.38035/jkis.v4i2.3252Keywords:
Studi resepsi, Animasi 3D, Budaya JawaAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana audiens memaknai adaptasi cerita klasik Jawa yang disajikan dalam bentuk animasi 3D pada kanal YouTube Panggung Narasi Jagad Mandala. Transformasi digital narasi tradisional ke dalam format audiovisual animasi menunjukkan perubahan signifikan dalam praktik komunikasi budaya di era media digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif interpretatif dengan kerangka analisis Encoding/Decoding Stuart Hall sebagai landasan teoretis utama. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap penonton yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, dengan kriteria individu yang telah menonton konten animasi 3D pada kanal tersebut. Hasil penelitian menunjukkan adanya keragaman posisi resepsi audiens yang meliputi dominant, negotiated, dan oppositional reading. Posisi dominant reading mencerminkan penerimaan audiens terhadap animasi 3D sebagai medium inovatif dalam revitalisasi budaya. Posisi negotiated reading menunjukkan apresiasi kritis terhadap visualisasi digital disertai negosiasi terhadap perubahan naratif dan autentisitas budaya. Posisi oppositional reading merepresentasikan resistensi terhadap simplifikasi makna tradisi akibat modernisasi estetika digital. Temuan ini menegaskan bahwa makna budaya dalam animasi digital dikonstruksi secara aktif melalui proses decoding audiens yang dipengaruhi oleh latar sosial-budaya dan literasi media. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis bagi studi resepsi dan komunikasi budaya digital, serta kontribusi praktis bagi produksi konten budaya berbasis animasi.
References
Ang, I. (1996). Living room wars: Rethinking media audiences for a postmodern world. London, UK: Routledge.
Barker, C. (2012). Cultural studies: Theory and practice (4th ed.). London, UK: Sage Publications.
Couldry, N. (2015). The myth of the mediated centre. Cambridge, UK: Polity Press.
Endraswara, S. (2013). Metodologi penelitian sastra: Epistemologi, model, teori, dan aplikasi. Yogyakarta, Indonesia: CAPS.
Hall, S. (1980). Encoding/decoding. In S. Hall, D. Hobson, A. Lowe, & P. Willis (Eds.), Culture, media, language (pp. 128–138). London, UK: Hutchinson.
Hall, S. (1997). Representation: Cultural representations and signifying practices. London, UK: Sage Publications.
Hutcheon, L. (2013). A theory of adaptation (2nd ed.). New York, NY: Routledge.
Jenkins, H. (2006). Convergence culture: Where old and new media collide. New York, NY: New York University Press.
Kamandanu, M. P., & Sudrajat, R. H. (2025). Resepsi publik atas pemberitaan digital: citra Istana Maimun sebagai warisan budaya. Jurnal Riset Mahasiswa Dakwah dan Komunikasi, 7(1). Retrieved from https://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/jrmdk/article/download/33641/12114
Kellner, D. (1995). Media culture: Cultural studies, identity and politics between the modern and the postmodern. London, UK: Routledge.
Livingstone, S. (2013). The participation paradigm in audience research. The Communication Review, 16(1–2), 21–30. https://doi.org/10.1080/10714421.2013.757174
McLuhan, M., & Gordon, W. T. (2013). Understanding media: The extensions of man. Corte Madera, CA: Gingko Press. (Original work published 1964)
Morley, D. (1992). Television, audiences and cultural studies. London, UK: Routledge.
Naufaldi, M., & Susanti, D. (2023). Analisis resepsi konten Sabdo Palon Nagih Janji pada kanal YouTube Kisah Tanah Jawa terhadap nilai budaya dan kehidupan. Jurnal Audiens, 4(1), 65–74. https://doi.org/10.18196/jas.v4i1.6
Nasrullah, R. (2017). Media sosial: Perspektif komunikasi, budaya, dan sosioteknologi. Bandung, Indonesia: Simbiosa Rekatama Media.
Sanders, J. (2016). Adaptation and appropriation (2nd ed.). London, UK: Routledge.
Sinnreich, A. (2007). Convergence, creativity, and commercialization in contemporary culture. The ANNALS of the American Academy of Political and Social Science, 611(1), 143–152.
Wells, P. (1998). Understanding Animation. London, UK: Routledge.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Aji Satya Pujastra, Bayquni, Ruslan Ramli

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak cipta :
Penulis yang mempublikasikan manuskripnya di jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
- Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mengakui bahwa Jurnal Komunikasi dan Ilmu Sosial (JKIS) berhak menjadi yang pertama menerbitkan dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International (Attribution 4.0 International CC BY 4.0) .
- Penulis dapat mengirimkan artikel secara terpisah, mengatur distribusi non-eksklusif manuskrip yang telah diterbitkan dalam jurnal ini ke versi lain (misalnya, dikirim ke repositori institusi penulis, publikasi ke dalam buku, dll.), dengan mengakui bahwa manuskrip telah diterbitkan pertama kali di JKIS.




















