Formulasi dan Uji Aktivitas Antibakteri Emulgel Ekstrak Kulit Nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) terhadap Staphylococcus aureus dengan Variasi Konsentrasi HPMC

Authors

  • Anggie Riska Ari Navitri Fakultas Farmasi, Universitas Setia Budi, Surakarta, Indonesia
  • Ismi Rahmawati Fakultas Farmasi, Universitas Setia Budi, Surakarta, Indonesia
  • Nur Aini Dewi Purnamasari Fakultas Farmasi, Universitas Setia Budi, Surakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.38035/dhps.v4i1.3608

Keywords:

Antibakteri, Emulgel, HPMC, Kulit Nanas, Staphylococcus Aureus

Abstract

Kulit nanas merupakan limbah pertanian yang mengandung metabolit sekunder berpotensi antibakteri. Penelitian ini bertujuan memformulasikan emulgel ekstrak kulit nanas dengan hydroxypropyl methylcellulose (HPMC) sebagai gelling agent serta menilai pengaruh konsentrasi HPMC terhadap mutu fisik, stabilitas dipercepat, dan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Serbuk kulit nanas diekstraksi secara maserasi menggunakan etanol 96%, kemudian diformulasikan menjadi emulgel dengan HPMC 0,5%, 1%, 1,5%, dan 2%. Sediaan dievaluasi melalui uji organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, stabilitas cycling test, dan aktivitas antibakteri dengan metode difusi cakram. Rendemen ekstrak sebesar 10,7%, kadar air 1,56%, dan skrining fitokimia menunjukkan adanya flavonoid, tanin, saponin, alkaloid, kuinon, steroid, dan triterpenoid. Seluruh konsentrasi ekstrak serta formula emulgel mampu menghambat S. aureus. Kenaikan HPMC meningkatkan viskositas, daya lekat, dan zona hambat, tetapi menurunkan daya sebar. Formula 4 dengan HPMC 2% menghasilkan zona hambat tertinggi pada kelompok formula, yaitu 11,47 ± 0,030 mm. Hasil ini menunjukkan emulgel ekstrak kulit nanas memiliki aktivitas antibakteri dan konsentrasi HPMC berperan terhadap performa fisik serta biologis sediaan.

References

Aisyah, N., Rahman, F., & Aron, A. (2023). Fitokimia dan aktivitas antibakteri ekstrak etanol kulit nanas. Jurnal Farmasi Dan Ilmu Kefarmasian, 20(1), 101–109.

Arfani, L. N. (2021). Jerawat dan gangguan inflamasi pada kulit. Pustaka Sehat.

Davis, W. W., & Stout, T. R. (1971). Disc plate method of microbiological assay. Antimicrobial Agents and Chemotherapy, 24(4), 659–665.

Desi, R. (2023). Efektivitas ekstrak kulit nanas dalam menghambat pertumbuhan bakteri. Jurnal Penelitian Biomedis, 9(2), 56–62.

Erlin, W., Putra, H., & Sari, M. (2021). Fitokimia kualitatif pada ekstrak kulit nanas madu. Jurnal Ilmiah Biologi Tropis, 9(1), 45–52.

Gunarti, N. (2018). Kulit nanas dan kandungan zat aktifnya. Penerbit Agro Media.

Hastari, R. (2012). Uji aktivitas antibakteri ekstrak pelepah pisang ambon (Musa paradisiaca var. sapientum) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus secara in vitro. Universitas Diponegoro.

Joshi, S., Saini, R. V, & Saini, A. K. (2012). Dimethyl sulfoxide (DMSO) as a solvent in bioassays: A review on its safety and effectiveness. Journal of Biochemical and Biophysical Methods, 18(3), 142–148.

Karimela, E. J., Ijong, F. G., & Dien, H. A. (2017). Karakteristik isolat bakteri Staphylococcus aureus yang diisolasi dari produk perikanan yang dijual di pasar tradisional di Kota Manado. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia, 20(3), 501–511.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Farmakope Herbal Indonesia (2nd ed.). Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Lay, B. W. (1994). Analisis mikroba di laboratorium. Raja Grafindo Persada.

Mardalena, D., Iskandar, J., & Arifin, B. (2011). Bioactive compounds and antioxidant activity of pineapple (Ananas comosus) peel extracts. Jurnal Kimia Sains Dan Aplikasi, 14(1), 26–31.

Maulida, D., & others. (2021). Aktivitas antibakteri ekstrak kulit nanas terhadap Staphylococcus aureus. Jurnal Veteriner, 16(2), 87–94.

Mursidah, S., Hidayat, R., & Anwar, M. (2025). Aktivitas antibakteri ekstrak kulit nanas terhadap S. aureus. Jurnal Biomedis, 12(1), 67–75.

Nirwana, I. G., & others. (2025). Pengaruh lama maserasi terhadap hasil ekstraksi kulit nanas. Jurnal Teknologi Dan Industri Pangan, 11(1), 45–52.

Prahasta, A. (2009). Agribisnis nanas. Pustaka Grafika.

Putri, R. (2019). Distribusi jerawat pada pria dan wanita. Jurnal Dermatologi, 7(3), 111–118.

Ramadhani, R., Sudarman, S., & Riyadi, R. (2025). Pengaruh Self-Efficacy terhadap Kesiapan Kerja Mahasiswa Aktif Angkatan 2021 Pendidikan Ekonomi Universitas Mulawarman. RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business, 4(2), 1879–1883. https://doi.org/10.31004/riggs.v4i2.753

Rizky, A. (2021). Uji aktivitas antibakteri ekstrak tanaman obat menggunakan metode difusi cakram dengan kontrol negatif DMSO 10%. Jurnal Farmasi Dan Sains Indonesia, 8(2), 89–96.

Sari, L. (2006). Penggunaan tanaman herbal untuk mengatasi infeksi kulit. Pustaka Herbal.

Sinaga. (2017). Aktivitas antibakteri ekstrak kulit nanas madu terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Jurnal Ilmu Kefarmasian, 14(1), 52–59.

Sugeng, D., Rahayu, S., & Santoso, L. (2010). Morfologi tanaman nanas madu. Jurnal Agronomi Indonesia, 38(2), 85–94.

Suryani, D., & others. (2019). Prinsip dan prosedur pengujian uji antibakteri melalui metode difusi cakram. Jurnal Teknologi Laboratorium, 9(3), 128–135.

Sutrisno, B., & others. (2018). Teknik inokulasi bakteri dan pengamatan kultur mikroorganisme. Jurnal Mikrobiologi Indonesia, 27(2), 58–65.

Tranggono, H. (2007). Kulit sebagai pelindung tubuh. Graha Ilmu.

Triastuti, Y., Arifin, Z., & Sugiyono. (2024). Pemanfaatan limbah kulit nanas sebagai produk biovinegar. Jurnal Teknologi Industri Pangan, 35(2), 78–86.

Umarudin, R., & others. (2023). Infeksi kulit akibat Staphylococcus aureus. Jurnal Mikrobiologi Indonesia, 18(1), 23–30.

Yeragamreddy, P., Vattikuti, S., & Srinivas, B. (2013). Phytochemical screening of pineapple peel extracts. International Journal of Pharmacy and Pharmaceutical Sciences, 5(3), 850–852.

Yusuf, A., & Rahmat, R. (2022). Analisis bahan dan alat dalam penelitian farmasi. Alfabeta.

Published

2026-07-21

How to Cite

Navitri, A. R. A., Rahmawati, I., & Purnamasari, N. A. D. (2026). Formulasi dan Uji Aktivitas Antibakteri Emulgel Ekstrak Kulit Nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) terhadap Staphylococcus aureus dengan Variasi Konsentrasi HPMC. Dinasti Health and Pharmacy Science, 4(1), 20–33. https://doi.org/10.38035/dhps.v4i1.3608